Home

PENDAFTARAN STAND PASAR SENI FKY 28 – 2016

Pendaftaran stand Pasar Seni Festival Kesenian Yogyakarta (FKY 28) telah dibuka pada 29 Juli – 13 Agustus 2016.

selengkapnya

[OPEN CALL] LABSINEMA Workshop Film Pelajar FKY 28 – 2016

Mengundang rekan penggiat dan pencinta film Yogyakarta dan sekitarnya untuk berpartisipasi dalam program LABSINEMA FKY, sebuah workshop/kelas belajar film bersama yang akan dilaksanakan 27 – 29 Agustus 2016.

selengkapnya

[OPEN SUBMISSION] BIOSKOP FKY 28 – 2016

Bioskop FKY mengundang rekan penggiat dan pencinta film Yogyakarta dan sekitarnya untuk berpartisipasi dalam program Bioskop FKY dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

selengkapnya

instagram-new

Save

Save

Save

Save

Save

Save

FKY28: Masa Depan, Hari Ini Dulu

Selamat datang di masa depan! Begitulah sepercik ambisi yang hendak diproyeksikan pada FKY ke-28 di tahun 2016 ini. FKY mencoba untuk meneropong suatu masa, di detik, menit, jam, tahun, bahkan abad mendatang, dengan fenomena kebudayaan sebagai titik acu ide.

Kebudayaan tidak saja menyoal tentang artefak dan tradisi, tetapi secara lebih luas, menjangkau horison realitas kehidupan; sosial, pendidikan, arsitektur, masyarakat urban, teknologi, seni, gaya hidup, komunikasi, hingga politik. Tangible hingga intangible.

Gemuruh perubahan yang selalu terjadi pun, turut berpengaruh terhadap ‘warna’ dan ‘wajah’ baru kebudayaan. Hari ini, adalah masa depan dari kemarin. Apa yang tampak pada kebudayaan saat ini merupakan akumulasi dari apa yang digagas, diinterpretasi, diantisipasi, hingga diwujudkan oleh kebudayaan sebelumnya. Lalu, apakah kesenian juga dapat menjangkau imajinasi yang lebih luas? Melihat berbagai kemungkinan-kemungkinan baru di masa mendatang mengenai kebudayaan? Di sinilah, FKY menjadi ruang untuk melacak, menggali, menggagas, hingga mengeksplorasi fenomena kebudayaan dulu dan kini, untuk ‘memacak’ masa depannya, dengan cara seni tentunya; melalui karya, ide, inovasi, cara mengapresiasi, hingga diskusi.

Harapannya, apa yang disuguhkan bukan hanya sebatas ‘tontonan’ semata, tetapi juga menjadi cara pandang dan pemicu partisipasi masyarakat mengenai masa depan kebudayaan.